Ibu dan Balita di Kragilan Diduga Korban Kekerasan Suporter The Jakmania
Di tengah suasana yang seharusnya damai, sebuah insiden kekerasan terjadi di Kragilan, Kabupaten Serang, yang melibatkan seorang ibu dan anak balitanya sebagai korban. Aksi brutal ini diduga dilakukan oleh kelompok suporter Persija Jakarta, The Jakmania. Peristiwa ini bukan hanya mencoreng nama baik komunitas sepak bola, tetapi juga menimbulkan kekhawatiran tentang keselamatan masyarakat dalam acara-acara yang seharusnya bersifat positif.
Insiden Kekerasan di Kragilan
Peristiwa tragis ini terjadi pada malam Minggu, 7 Juni 2026, di area Sentul, Kecamatan Kragilan, Kabupaten Serang, Banten. Ketika itu, Distrik Viking Korwil Kragilan tengah melaksanakan kegiatan roadshow dan silaturahmi, yang diharapkan dapat mempererat hubungan antar anggota komunitas. Namun, suasana damai tersebut berubah drastis menjadi kekacauan.
Awal Mula Kejadian
Pada awalnya, acara berlangsung dengan lancar dan kondusif hingga sekitar pukul 21:00 WIB. Namun, situasi mulai memanas ketika sekelompok suporter The Jakmania tiba di lokasi acara. Ini terjadi saat kegiatan memasuki sesi doa, yang seharusnya menjadi momen refleksi dan kebersamaan.
“Tiba-tiba, rombongan suporter tersebut menyerbu lokasi dan menyerang peserta yang tengah hadir. Padahal, acara hampir selesai dan kami sedang berdoa bersama,” ungkap Faizin, seorang pengurus Distrik Viking Serang Banten, dalam sebuah pernyataan yang diambil dari sumber terpercaya.
Korban Kekerasan
Di lokasi kejadian, Faiz melanjutkan, terdapat seorang ibu yang berusaha melindungi anaknya yang masih berumur dua tahun saat penyerangan terjadi. Situasi segera berubah menjadi panik dan ketakutan di antara para peserta yang tidak bersalah.
- Seorang ibu dan anak balitanya menjadi korban dalam insiden ini.
- Suasana damai berubah menjadi kekacauan akibat tindakan kekerasan.
- Penyerangan terjadi saat peserta sedang berdoa.
- Faiz menyayangkan kejadian tersebut, menekankan niat positif dari acara.
- Beberapa anggota Viking mengalami luka-luka akibat penyerangan.
Panggilan untuk Penegakan Hukum
Faiz menegaskan bahwa kegiatan tersebut adalah murni agenda silaturahmi dan konsolidasi internal, tanpa ada niatan untuk memprovokasi pihak manapun. Namun, insiden penyerangan yang brutal ini menyebabkan beberapa anggota Viking mengalami cedera.
Atas kejadian ini, Distrik Viking Serang Banten mendesak pihak kepolisian untuk melakukan penyelidikan menyeluruh dan menangkap individu yang terlibat dalam tindakan kekerasan tersebut. Mereka berharap agar langkah tegas diambil sesuai dengan hukum yang berlaku, sehingga insiden serupa tidak terulang di masa mendatang.
Harapan untuk Keamanan dan Ketenteraman
“Kami menyerahkan proses ini kepada pihak berwenang dan berharap adanya penegakan hukum yang adil untuk menjaga keamanan serta ketenteraman masyarakat di Kabupaten Serang,” jelas Faizin dengan penuh harapan.
Reaksi di Media Sosial
Pasca kejadian, media sosial dipenuhi dengan unggahan yang mengungkapkan kemarahan dan keprihatinan masyarakat. Banyak warganet yang mengunggah foto-foto terkait insiden ini, termasuk gambar-gambar yang diduga menampilkan pelaku kekerasan terhadap anak dan orang-orang tak bersalah di Kecamatan Kragilan.
Identifikasi Pelaku
Salah satu unggahan di akun Instagram @vikingserang menampilkan foto salah satu pelaku dari kelompok suporter The Jakmania yang terlibat dalam penyerangan tersebut. Dalam postingan itu, terdapat keterangan mengenai pelaku yang diduga bernama Ali, yang dikenal dengan panggilan Aloy, dan berasal dari Cikande.
Unggahan tersebut menyoroti tindakan kekerasan yang terjadi, termasuk kekerasan terhadap anak kecil yang tidak bersalah. Dalam foto tersebut, terlihat seorang balita yang diduga menjadi korban, dengan bercakan darah di bajunya, menunjukkan betapa parahnya insiden yang terjadi.
Kesimpulan Insiden Kekerasan
Peristiwa kekerasan yang melibatkan suporter The Jakmania di Kragilan mengingatkan kita akan pentingnya menjaga ketertiban dan keamanan, terutama dalam acara yang seharusnya mempererat tali persaudaraan. Kita semua berharap agar hukum dapat ditegakkan dengan adil dan insiden serupa tidak terulang, sehingga masyarakat dapat menjalani kegiatan sosial dengan rasa aman.




