Investasi di Kota Medan Meningkat Tajam Hingga 191% Menurut Rico Waas

Dalam sebuah kesempatan yang berharga, Rico Waas mengajak jajaran pengurus baru Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Medan di bawah kepemimpinan Arman Chandra untuk memperkuat perekonomian Kota Medan. Fokus utamanya adalah pada peningkatan investasi dan hilirisasi produk lokal, yang diharapkan dapat memberikan dampak positif bagi perkembangan ekonomi daerah.
Menyambut Kepemimpinan Baru Kadin Medan
Dalam sambutannya, Rico Waas mengucapkan selamat kepada Arman Chandra yang terpilih kembali untuk masa jabatan kedua. Ia menekankan pentingnya kerja sama dalam menjalankan organisasi. Harapannya, Kadin Medan dapat berperan sebagai agen perubahan yang memberikan stimulus nyata kepada para pelaku usaha.
Rico menekankan bahwa ketua tidak dapat bekerja sendirian. Ia mengingatkan pengurus untuk bekerja secara kolektif, menciptakan warisan yang berarti, dan melaksanakan tugas tanpa mengharapkan perhatian berlebih dari publik. Hal ini penting agar setiap anggota organisasi dapat berkontribusi secara maksimal.
Peningkatan Investasi yang Mencolok
Rico Waas juga memaparkan data investasi Kota Medan yang mengalami lonjakan signifikan hingga 191% dibandingkan tahun sebelumnya. Dia menaruh harapan besar kepada Kadin untuk mendatangkan lebih banyak investor, baik domestik maupun internasional. Pemerintah Kota Medan berkomitmen untuk mempermudah proses investasi sesuai dengan regulasi yang berlaku.
“Pemerintah Kota Medan bertekad untuk menghilangkan praktik pungutan liar dan berbagai hambatan birokrasi yang dapat mengganggu iklim investasi. Langkah ini diharapkan dapat berdampak positif terhadap peningkatan Pendapatan Asli Daerah (PAD),” tegasnya.
Peluang Ekonomi dari Program Makan Bergizi Gratis
Selain itu, Rico Waas juga memberikan sorotan terhadap potensi ekonomi dari program nasional Makan Bergizi Gratis. Berdasarkan data, target Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) di Kota Medan mencapai 255 titik dan diharapkan dapat melayani sekitar 700.000 jiwa setiap harinya.
Dia menjelaskan bahwa kebutuhan bahan pangan dari program ini cukup besar. Jika program berjalan optimal, kebutuhan telur di Medan dapat mencapai 5,6 juta butir per bulan, yang merupakan potensi luar biasa bagi pengembangan sektor pangan.
“Melihat potensi ini, saya mengajak Kadin untuk melahirkan pengusaha baru di sektor pangan, seperti telur dan sayuran, guna memperkuat rantai pasok dan memastikan ketersediaan stok di Kota Medan,” ungkap Rico Waas.
Transformasi UMKM dan Hilirisasi Produk
Rico Waas menekankan bahwa Kadin Medan perlu menjadi motor penggerak utama dalam menjadikan Medan sebagai hub perdagangan yang fokus pada hilirisasi produk. Ia mendorong Kadin untuk tidak hanya bekerja secara normatif, tetapi juga mengambil langkah-langkah revolusioner dalam memperkenalkan produk lokal ke pasar internasional.
Dia juga menyebutkan bahwa banyak UMKM di Medan selama ini masih beroperasi di pasar mikro. Oleh karena itu, dia mendorong Kadin untuk melakukan riset pasar global dan mengembangkan produk camilan lokal, seperti rengginang, yang memiliki potensi untuk diekspor.
“Saya mengajak para pengusaha untuk berpikir kreatif dan inovatif, mengacu pada kesuksesan pengusaha Korea Selatan dalam memasarkan budaya populer seperti K-Pop dan film yang telah menjadi fenomena global,” tambah Rico Waas.
Sinergi Antara Kadin dan Pemerintah Kota Medan
Pelantikan pengurus baru Kadin diharapkan dapat memperkuat sinergi antara Pemko Medan dan Kadin dalam melaksanakan tiga pilar utama pembangunan ekonomi. Pilar-pilar tersebut meliputi peningkatan investasi, pemanfaatan peluang dari program nasional, serta transformasi UMKM untuk dapat bersaing di pasar internasional.
Sementara itu, Armand Chandra, Ketua Kamar Dagang dan Industri (KADIN) Kota Medan untuk periode 2025–2030, menegaskan komitmen organisasinya untuk berkolaborasi dengan Pemerintah Kota Medan. Ia percaya bahwa kolaborasi lintas sektor adalah kunci untuk menghadapi berbagai tantangan ekonomi yang ada.
Tantangan Ekonomi Global dan Inovasi Lokal
Armand juga menyoroti beberapa tantangan ekonomi global, seperti ketidakpastian geopolitik, konflik perdagangan, fluktuasi harga komoditas, dan gangguan rantai pasok yang membutuhkan dunia usaha untuk lebih adaptif dan inovatif. Di tingkat lokal, ia menekankan pentingnya akselerasi digitalisasi UMKM, transisi menuju ekonomi hijau, serta menjaga daya beli masyarakat di tengah tekanan inflasi.
“KADIN Medan harus hadir sebagai solusi bagi seluruh pelaku usaha, dari skala mikro hingga besar, untuk bertahan dan berkembang. Dengan semangat ‘Medan untuk Semua, Semua untuk Medan’, kami berkomitmen menciptakan iklim investasi yang sehat dan memperluas jejaring bisnis,” ujarnya.
Kesimpulan dari Pertemuan Kadin Medan
Usai pelantikan, pertemuan dilanjutkan dengan Rapat Pimpinan (Rapim) KADIN Medan yang dibuka oleh Wali Kota Medan, Rico Waas, yang ditandai dengan pemukulan gong. Harapan besar ditujukan kepada Kadin untuk terus berupaya dalam meningkatkan investasi di Kota Medan, sehingga membawa dampak positif bagi masyarakat dan perekonomian lokal.